Thursday, July 19, 2012

SIFAT SENYAWA ORGANIK



SIFAT – SIFAT SENYAWA ORGANIK

Definisi Senyawa Organik
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
-          Sifat fisika senyawa organik seperti titik leleh, titik didih, kelarutan tergantung pada struktur, gugus fungsi, dan berat molekul. Gugus fungsi suatu molekul organik sangat menentukan sifat reaksinya. Seperti halide (alkil halida), hidroksil (alkohol dan karboksilat), karbonil (aldehida dan keton), amino, dan sulfonil.
Golongan Senyawa Organik
-          Senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya.
-          Hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena  
-          Senyawa heterosiklik, yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya;  
-          Polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
Contoh Senyawa Organik
-          Senyawa polar, seperti : methanol, etanol, asam asetat, formaldehida, aseton, dan metilamina.
-          Senyawa tidak polar atau kurang polar, seperti : metana, n-heksana, karbon tetraklorida, kloroform, dan difenil eter.
Gugus fungsional senyawa organik
-          Alkil halida
   Alkil halida adalah turunan hidrokarbon dalam mana suatu atau lebih hidrogenya diganti dengan halogen. R-X sering digunakan sebagai notasi umum untuk organik halida, R menandakan suatu gugus alkil dan X untuk suatu halogen. Reaksi alkil halida dikelompokka menjadi dua yaitu reaksi substitusi dan reaksi eliminasi.
-          Alkohol
   Atom oksigen yang bervalensi dua, bisa satu atau kedua valensinya berikatan dengan karbon. Bila oksigen mengikat sato hidrogen dan satu karbon [C-O-H] atau ditulis sebagai R-OH, maka senyawa hidroksilat ini disebut sebagai gugus fungsi hidroksil (-OH), dan dikenal sebagai alkohol.
-          Eter
    Bila kedua valensi atom oksigen mengikat atom karbon, senyawa demikian termasuk golongan oksida organik, yang dikenal sebagai eter dengan rumus umum R-O-R. Eter merupakan asam lemah, karena adanya pasangan electron bebas pada oksigen yang dapat bereaksi dengan proton dari asam – asam kuat atau basa lewis.
-          Aldehid dan Keton
    Aldehid dan keton adalah senyawa – senyawa yang mengandung salah satu dari gugus penting di dalam kimia organic, yaitu gugus karbonil C=O, semua senyawa yang mengandung gugus fungsi inui disebut senyawa karbonil. Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan keton.
Asam Basa Organik
            Asam organik yang dimaksud adalah kelompok asam karboksilat dan basa organik adalah kelompok senyawa amina.
-          Basa Amina
    Senyawa amina ditandai dengan gugus fungsi amino (-NH3). Senyawa amina dapat dianggpa sebagai turunan dari ammonia dengan mengganti satu, dua, atau tiga hidrogen dari amonia dengan gugus organik. Berdasarkan gugus karbonya maka amina dibedakan atas amina alifatik jika terikat pada karbon alifatik, contoh CH3-CH2-NH2 (etil amina), dan amina aromatic jika gugus karbonya adalah karbon aromatic.
-          Asam Karboksilat
    Asam karboksilat adalah asam organik yang dicirikan oleh gugus fungsi karboksil yang terbentuk melalui perpaduan antara gugus karbonil dengan gugus hidroksil yang terpaut dalam satu karbon.
Turunan asam karboksilat yaitu ester, anhidrida asam karboksilat, dan amida.

Pemisahan Senyawa Organik

Ekstraksi adalah metode pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau lebih senyawa dari satu fasa ke fasa lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan, Jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang tidak saling bercampur, disebut ekstraksi cair-cair. Dasar metode ekstraksi cair-cair adalah distribusi senyawa diantara dua fasa cair yang berada dalam keadaan kesetimbangan. Perbandingan konsentrasi di kedua fasa terseut, disebut koefisien distribusi , K , yaitu K = ca/cb. Perpindahan senyawa terlarut dariu satu fasa ke fasa lain akhirnya mencapai keadaan setimbang pada jumlah ekstraksi dilakukan, bukan volume pelarut.

Jenis – jenis Ekstraksi

-           Ekstraksi cair-cair : jika kedua fasa adalah zat cair yang tidak saling bercampur, prinsip yang digunakan adalah prinsip koefisien distribusi
-          Ekstraksi padat-cair : zat yang akan diekstraksi terdapat dalam fasa padat
-          Ekstraksi asam-basa : berdasarkan sifat asam-basa senyawa organic disamping kelarutanya.
Pembuatan Ester Menggunakan Asam Karboksilat
Metode ini bisa digunakan untuk mengubah alkohol menjadi ester, tetapi metode ini tidak berlaku bagi fenol – senyawa dimana gugus -OH terikat langsung pada sebuah cincin benzen.
-          Sifat kimiawi reaksi
Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya asam sulfat pekat. Gas hidrogen klorida kering terkadang digunakan, tetapi penggunaannya cenderung melibatkan ester-ester aromatik (ester dimana asam karboksilat mengandung sebuah cincin benzen).

Pembuatan Ester Menggunakan Asil Klorida (Klorida Asam)

Metode ini hanya berlaku bagi alkohol dan fenol. Untuk fenol, reaksi terkadang dapat ditingkatkan dengan pertama-tama mengubah fenol menjadi bentuk yang lebih reaktif
-          Reaksi Dasar
Jika kita menambahkan sebuah asil klorida kedalam sebuah alkohol, maka reaksi yang terjadi cukup progresif (bahkan berlangsung hebat) pada suhu kamar menghasilkan sebuah ester dan awan-awan dari asap hidrogen klorida yang asam dan beruap.

 


0 komentar:

Post a Comment