Friday, October 18, 2013

Model Simulasi Monte Carlo

     Monte Carlo Simulation atau disingkat MCS adalah salah satu teknik asesmen risiko kuantitatif yang dapat digunakan oleh berbagai organisasi dalam proses manajemen risiko mereka, terutama dalam tahapan analisis risiko dan/atau evalusi risiko yang memiliki fenomena variabel acak (random variable). Analisis dan evaluasi risiko dengan fenomena variabel acak tidak hanya hanya terjadi untuk peristiwa-peristiwa risiko pasar (market risk), risiko kredit (credit risk), dan risiko operasional (operational risk) dalam dunia perbankan, tetapi juga untuk risiko operasional di berbagai industri lain misalnya industri minyak dan gas (oil and gas) dan pertambangan (mining),
     Monte Carlo Simulation adalah salah satu teknik asesmen risiko berciri kuantitatif yang diakui dalam penerapan ISO 31000 Risk Management Standard. Teknik ini secara eksplisit tercantum dalam dokumen pendukung ISO 31000 yaitu “ISO31010 Risk Assessment Techniques”
       Jika suatu sistem mengandung elemen yang mengikut sertakan faktor kemungkinan, model yang digunakan adalah model Monte Carlo. Dasar dari simulasi Monte Carlo adalah percobaan elemen kemungkinan dengan menggunakan sampel random (acak). Metode ini terbagi dalam 5 tahapan:
1. Membuat distribusi kemungkinan untuk variabel penting
2. Membangun distribusi kemungkinan kumulatif untuk tiap‐tiap variabel di tahap pertama
3. Menentukan interval angka random untuk tiap variabel
4. Membuat angka random
5. Membuat simulasi dari rangkaian percobaan 
Penjelasan dari ke 5 tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Membuat distribusi kemungkinan untuk variabel penting
       Gagasan dasar dari simulasi monte carlo adalah membuat nilai dari tiap variabel yang merupakan bagian dari model yang dipelajari. Banyak variabel di dunia nyata yang secara alami mempunyai berbagai kemungkinan yang mungkin ingin kita simulasikan. Salah satu cara umum untuk membuat distribusi kemungkinan untuk suatu variabel adalah memperhitungkan hasil di masa lalu. Kemungkinan atau frekuensi relative untuk tiap kemungkinan hasil dari tiap variabel ditentukan dengan membagi frekuensi observasi dengan jumlah total observasi
Contoh: Permintaan akan ban di toko ban “Benjol” selama 200 hari kebelakang terlihat di tabel berikut:
                                                                     Tabel 1.


Kita dapat merubah keadaan tersebut diatas menjadi distribusi kemungkinan (bila kita asumsikan tingkat penjuala dimasa lalu akan tetap bertahan sampai ke masa depan) dengan membagi tiap permintaan dengan total permintaan. Seperti pada tabel berikut:
                                                                     Tabel 2.

2. Membangun distribusi kemungkinan kumulatif untuk tiap‐tiap variabel di tahap pertama
        Konversi dari distribusi kemungkinan biasa, seperti pada kolom kanan tabel 2 menjadi distribusi kumulatif dilakukan dengan menjumlahkan tiap angka kemungkinan dengan jumlah sebelumnya seperti pada tabel 3.
                                                                               Tabel 3.
Probabilitas kumulatif terlihat pada gambar dibawah, digunakan pada tahap ke 3 untuk membantu menempatkan nilai random

3. Menentukan interval angka random untuk tiap variabel 
        Setelah kita menentukan probabilitas kumulatif untuk tiap variabel yan termasuk dalam simulasi, kita harus menentukan batas angka yang mewakili tiap kemungkinan hasil. hal tersebut ditujukan pada interval angka random. Penentuan interval didasari oleh kemungkinan kumulatif
                                                      Tabel 4. Interval Angka Random

4. Membuat angka random 
          Untuk membuat angka random kita bisa menggunakan software Microsoft Excel dengan menggunakan perintah Randbetween, misal untuk angka random dari 1‐100, kita tuliskan perintah: =randbetween(1,100) dan diulangi sejumlah baris yang diperlukan

5. Membuat simulasi dari rangkaian percobaan
      Kita bisa membuat simulasi dari sebuah eksperimen dengan mengambil angka random dari gambar diatas, misal kita akan membuat simulasi untuk 10 hari, kita ambil Kolom A1‐A10. Cara penentuan permintaan adalah dengan ditentukan oleh angka random. Contohnya bila angka random adalah 56, angka itu terletak pada interval 36 s/d 65 yang berarti permintaan 3 buah ban
Total permintaan untuk 10 hari adalah 28 ban, rata‐rata permintaan per hari adalah 2,8 ban.

Cukup sekian dulu, kalo masih kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar yang ada dibawah.ok thanks.


Saturday, September 21, 2013

SIFAT FISIK MATERIAL (EARTHMOVING)

    
     Material yang berada di permukaan bumi sangat beraneka ragam,baik jenis, bentuk, dan lain sebagainya. oleh karenanya alat yang dapat dipergunakan untuk memindahkannya pun beraneka ragam juga. yang dimaksud dengan material dalam bidang pemindahan tanah mekanis (earthmoving) meliputi tanah, batuan vegetasi, (pohon, semak belukar, dan alang-alang) dimana semuannya mempunyai karakteristik dan sifat fisik masing-masing yang berpengaruh besar terhadap alat berat terutama dalam hal:
a. menentukan jenis alat yang akan digunakan dan taksiran yang diproduksi atau kapasitas produksinya.
b. perhitungan volume pekerjaan.
c. kemampuan kerja alat pada kondisi materiak yang ada.
dengan demikian, mutlak diperlukan kesesuaian alat dengan kondisi material. jika tidak, akan menimbulkan kesulitan berupa tidak efisiennya alat yang otomatis akan menimbulkan kerugian karena banyaknya "loss time". beberapa sifat fisik material yang penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan tanah adalah sebagai berikut:
a. pengembangan material
b. berat material
c. kekerasan material
d. bentuk material
e. daya dukung tanah
1.) Pengembangan Material (swell factor)
    Penegembangan material adalah  perunahan berupa penambahan atau pengurangan volume material (tanah) yang digannggu dari bentuk aslinya. Material dibagi dalam 3 keadaan:
  • Keadaan Asli (bank condition), keadaan material yang masih alami dan belum mengalami gangguan teknologi disebut keadaan asli (bank). dalam keadaan seperti ini butiran-butiran yang dikandungnya masih terkonsolidasi dengan baik. ukuran tanah demikian dinyatakan dalam ukuran alam atau bank measure= Bank Cubic Meter (BCM) yang digunakan sebagai dasar perhiotungan jumlah pemindahan tanah.
  • Keadaan gembur (loose condition), adalah keadaan material tanah setelah diadakan pengerjaan (disturb), tanah demikian biasanya terdapat didepan dozer blade, diatas truck, didalam bucket, dan sebagainya. ukuran volume tanah dalam keadaan lepas biasanya dinyatakan dalam loose measure = Loose Cubic Meter (LCM) yang besarnya sama dengan BCM+%swell x BCM dimana faktor "swell" ini tergantung dari jenis tanah. denagn demikian, dapat dimengerti bahwa LCM mempunyai nilai yang lebih besar dari BCM.
  • Keadaan padat (Compact), keadaan padat adalah keadaan tanah setelah ditimbun kembali dengan disertai usaha pemadatan. keadaan ini akan dialami oleh material yang mengalami proses pemadatan (pemampatan). perubahan volume terjadi karena adanya penyusutan rongga udara diantara partikel-partikel tanah tersebut. dengan demikian volumenya berkurang, sedangkan beratnya tetap. ukuran volume tanah dalam keadaan padat biasanya dinyatakan dalam compact measure= Compact Cubic Meter (CCM)
berikut tabel mengenai faktor kembang tanah :

Tabel faktor konversi volume tanah/material:


Keterangan : A) Asli (bank)
                    B) Gembur (loose)
                    C) Padat (compact)
adapun cara perhitungan volume dari berbagai keadaan tanah sebagai berikut:
- Pengembangan (swelling)

- Penyusutan (shrinkage)
dimana : Sw =swell=% pengembangan
              Sh = shrinkage= %penyusutan
              B= Berat jenis tanah keadaan asli
              L= Berat jenis tanah keadaan lepas
              C= Berat jenis tanah keadaan padat
cara lain adalah dengan menggunakan Load Factor (LF) yaitu presentase pengurangan density material dalam keadaan asli menjadi keadaan lepas.

 Volume tanah asli = LF X Volume tanah lepas, dengan demikian:

Daftar load factor, presentase swell dan berat berbagai jenis material dapat dilihat pada tabel berikut:


Contoh Soal:
1). Bila 300 BCM (Bank Cubic Meter) tanah biasa asli digemburkan, maka berapakah volumenya sekarang?
  Jawaban:
 Dari tabel faktor konversi, diperoleh data bahwa tanah biasa, faktor konversi dari asli ke gembur adalah    1,25 maka:
Volume Gembur = Volume asli x Faktor
                         = 300 x 1,25
                         = 375 LCM (Loose Cubic Meter)
2). Terdapat 400 LCM tanah biasa asli yang sudah digemburkan. Jika kemudian tanah dipadatkan dengan compactor, maka berapakah volumenya sekarang?
Jawaban:
Dari tabel faktor konversi tanah biasa dari gembur ke padat sebesar 0,72 maka:
Volume Padat = volume gembur x faktor
                      = 400 x 0,72
                      = 288 CCM (Compacted Cubic Meter)

2) Berat Material
     Berat adalah sifat yang dimilkiki oleh setiap material. Kemampuan suatu alat berat untuk melakukan pekerjaan seperti mendorong, mengankat, mengankut, dan lain-lain akan dipengaruhi oleh berat material tersebut. Berat material ini akan berpengaruh terhadap volume yang diangkut atau didorong, dalam hubungannya dengan Draw Bar pull (DBP) atau tenaga tarik yang tersedia pada alat bersangkutan. pada saat sebuah Dump Truck menbgankut tanah dengan berat 1,5 t/m3, alat dapat bekerja dengan bai. tetapi pada saat mengangkat tanah seberat 1,6 t/m3, ternyata alat pengangkut mengalami beban berat sehinggah unit terlihat berat menggelindingkan rodanya. Berat material ini dihitung dalam satuan berat (kg,ton,lb), dimana biasanya dihitung dalam keadaan asli atau dalam keadaan lepas.
3) Bentuk Material
     Faktor ini harus dipahami karena akan berpengaruh terhadap banyak sedikitnya material tersebut dapat menempati suatu ruangan tersebut. Menguingat material yang kondisi butirannya yang seragam, kemungkinan besar isinya dapat sama (senilai) dengan volume ruangan yang ditempatinya. sedangkan material yang berbongkah-bongkah akan lebih kecil dari nilai volume ruangan yang ditempatinya. oleh karena itu pada  material jenis ini akan berbentuk rongga-rongga udara yang memakan sebagai isi ruangan. Ukuran butir ini akan berpengaruh terhadap pengisian bucket, misalnya pada pengisian munjung (heaped) dan rongga-rongga yang terbentuk dalam bucket. Berapa material yang mampu ditampung oleh suatu ruangan dapat dihitung dengan cara mengoreksi ruangan tersebut dengan suatu faktor yang disebut "faktor muat" yaitu dengan "bucket faktor" atau "pay load factor"
4) Kohesivitas (daya Ikat Material)
     Yang dimaksud dengan kohesivitas material adalah daya lekat atau kemampuan saling mengikat diantara butir-butir material itu sendiri, sifat ini jelas berpengaruh terhadap alat, misalnya pengaruhnya terhadap spilage faktor (faktor pengisian). Material ini berada pada suatu tempat, akan munjung. volume material yang menempati ruangan ini kemungkinan akan bisa melebihi volume ruangannya, misalnya tanah liat. sedangkan material dengan kohesivitas yang kurang baik, misalnya pasir, apabila menempati suatu ruangan akan sukar menggunung, melainkan permukaanya cenderung rata.
5) Kekerasan Material
      Material yang kasar akan lebih susah dikoyak, digali atau dikupas oleh alat berat. Hal ini akan menurunkan produktivitas alat. material yang umumnya tergolong keras adalah bebatuan., Batuan dalam pengertian earthmoving terbagi dalam tiga batuan dasar yaitu:
a. Btuan beku; sifat keras, padat, pejal, dan kokoh
b. Batuan sedimen; merupakan perlapisan dari yang lunak sampai yang keras
c. Batuan Metamorf; umumnya perlapisan dari yang keras, padat, dan tidak teratur.

Pengukuran kekerasdan tanah biasa dilakukan dengan cara shear meter, rippe meter, seismik (suara atau getaran), dan soil investigation drill (penegeboran).

6) Daya Dukung Tanah
       Daya dukung tanah didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk mendukung alat yang berada diatasnya. Jika suatu alat berada distas tanah, maka alat tersebut akan memberikan "ground pressure", sedangkan perlawanan yang diberikan oleh tanah adalah "daya dukung". Jika ground pressure alat lebih besar dari daya dukung tanah, maka alat tersebut akan terbenam. demikian oula sebaliknya, alat akan berada dalam keadaan aman untuk dioperasikan jika ground pressure lebih kecil dari daya dukung tanah dimana alat tersebut berada. Hal ini perlu dicermati oleh setiap pelaksana dilapangan untuk menghindari "looose" atau kerugian yang akan diderita oleh perusahaan.


Nilai daya dukung tanah dapat diketahui dengan cara pengukuran (test) langsung dilapangan. Alat yang umum digunakan untuk test daya dukung tanah disebut : "cone penetrometer".

Nah, sekarang untuk mengetahui kepahaman anda tentang materi diatas, berikut ini akan saya sajikan sebuah studi kasus mengenai materi sifat material ini. Jika sudah menemukan jawabannya silahkan tulis pada kolom komentar yang ada di bawah.Ok. Selamat mengerjakan dan semoga bermanfaat :D
Soal
1. Untuk keperluan penaksiran biaya yang dibutuhkan, seorang petugas bagian perencanaan meminta bantuan saudara untuk bersama-sama melakukan perhitungan. Data-datanya adalah sebagai berikut:
 NAMA PROYEK : Penggurugan dan Penggalian Tanah Biasa Untuk Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar.
VOLUME : Tanah Galian = 60.000BCM
                    Tanah Timbunan = 800.000 BCM
Keterangan : 40% galian dapat digunakan untuk timbunan. Sisanya harus beli tanah dari maros. Harga tanah sampai di proyek sebesar Rp 250.000, per truck yang isinya 5 m3.
Tugas Saudara : Menghitung berapakah biaya yang diperlukan untuk pembelian tanah diproyek Universitas hasanuddin tersebut?????????

(Lumayan Cape' postingan kali ini..hehhe)






    

Thursday, June 13, 2013

Al-Quran Lebih Dulu Bicara Fenomena Black Holes

Photo: ‎Al-Quran Lebih Dulu Bicara Fenomena Black Holes

Black Holes atau lubang hitam bisa dibilang penemuan paling fenomenal di abad 20 di bidang astronomi. Sebelumnya, tak seorang ilmuwan yang pernah membayangkan bahwa di langit ada sejumlah bintang bergerak terus, menyapu, menyedot semua benda langit di sekitarnya. Apalagi bintang itu memang tidak terlihat.

Sejak tahun 1790 seorang ilmuwan Inggris John Michell dan ilmuwan Perancis, Pierre-Simon Laplace memprediksi bahwa ada bintang tersembunyi di langit. Kemudian tahun 1910 teori relativitas Einstein memperkirakan adanya benda di luar angkasa yang memiliki pengaruh terhadap waktu dan tempat. Selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Tahun 1967 ilmuwan Amerika John Archibald Wheeler sudah mulai membicarakan dan menamakan “lubang hitam” black holes sebagai hasil dari hancurnya bintang-bintang. sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik/tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam

Para ilmuwan memastikan keberadaan black holes dengan menggunakan teleskop Hubel terhadap pusat galaxy M87. Mereka menemukan konsentrasi gas secara berkesinambungan di sekitar black holes. Konsentrasi gas bergerak sangat cepat yakni 400 km/detik.

Di tahun 1994, melalui teleskop Hubel di pusat galaxy M87 yang dikelilingi oleh gas yang jelas. Diperkirakan masa black holes ini 3 juta kali lipat masa matahari. Kemudian bukti-bukti ilmiah semakin banyak ditemukan tentang adanya black holes melalui sinar x.

Black Holes atau lubang hitam seperti definisi ilmuwan NASA adalah medan grafitasi sangat kuat. Akibatnya, benda-benda langit tersedot dengan intensitas tinggi tanpa terkecuali. Saking kuatnya, cahaya pun tidak bisa menghindar dari sedotan. Black holes terbentuk ketika sebuah bintang besar mulai habis usianya akibat kehabisan energi dan bahan bakar. Meski tidak terlihat, black holes memiliki magnet tingkat tinggi.

Semua bintang dengan masa 20 kali lipat dengan matahari memungkinkan untuk hancur dan berakhir dan berubah menjadi black hole. Ini karena bintang itu memiliki magnet dan masa yang besar. Namun jika masa bintang kecil dan bahan bakarnya habis, maka magnetnya dan masanya tidak mencukupi untuk menyedot benda-benda di sekitarnya dan tidak menjadi black holes. Bintang ini hanya menjadi white dwarf atau bintang mati. Matahari misalnya, setelah 400 juta tahun akan hilang bahan bakar nuklirnya dan redup. Namun ia tidak menjadi black hole karena masanya tidak mencukupi. Barangkali ini yang diisyaratkan oleh Al-Quran

“Apabila matahari digulung,” (At-Takwir: 1)

Jadi bukan hancur namun redup. Kuwwirat dalam kamus maknanya satu bagian masuk tergulung ke bagian lainnya.

Meledaknya bintang adalah fase pertama terbentuknya black holes. Para ahli menemukan bahwa semua bintang akan meledak setelah kehabisan bahan bakarnya dan berubah menjadi bintang lain, namun bentuk paling ekstrim adalah black holes.

Karena gravitasi begitu kuat pada lubang hitam mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa. Kekuatan grafitasi eksrtrim ini menghasilkan panas tinggi sehingga menciptakan cahaya. Cahaya itu dengan mudah dideteksi oleh astronom melalui alat mereka. Padahal kecepatan cahaya adalah 300 ribu km/detik. Karenanya tidak bisa dilihat, ia disebut lubang hitam. Ada black hole yang memiliki masa lebih dari 1000 juta kali masa matahari. Ia menyedot benda, gas, benda langit di dekatnya secara berkesinambungan.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.

Sejumlah galaxy sejauh 250 juta tahun kecepatan cahaya. Tahun 2002iIlmuwan menemukan sejumlah lubang hitam di wilayah ini. (nasa.gov)

Antara ilmuwan dan Al-Quran

Seorang ilmuwan barat menjelaskan hakikat black hole “It creates an immense gravitational pull not unlike an invisible cosmic vacuum cleaner. As it moves, it sucks in all matter in its way — not even light can escape”

“Black hole menciptakan grafitasi ekstrim yang bekerja seperti vacuum cleaner alam raya yang tidak terlihat. Ia bergerak dan menelan semua benda yang ditemuinya bahkan cahaya pun disedotnya dan tidak bisa menghindar.”

Karakter black hole:

Tidak terlihat (Invisible)
Bekerja seperti sapu mesin yang menyedot (cavuum cleaner)
Bergerak secara berkesinambungan (moves)

Black hole dalam Al-Quran

Al-Quran menyebutkan banyak fenomena alam raya dan benda-benda luar angkasa, bintang, planet, nama bintang, galaxi dan lain-lain. Sebelum mengklaim adanya fenomena black hole dalam Al-Quran, mari kita perhatikan ayat yang paling dekat untuk dikaji. Yakni di surat At-Takwir ayat 15-16.

“Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Yang bergerak cepat yang menyapu,”

Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya yakni bintang yang bernama atau memiliki tiga karakter. Pertama, khunnas (الْخُنَّسِ); yang tersembunyi dan tidak terlihat. Karenanya, setan disebut juga khonnaas (الخناس) karena ia tidak terlihat oleh bani Adam. Ini persis yang disebutkan ilmuawan tentang karakter black hole yakni; invisible. Kedua, aljawaar (الْجَوَارِ) bergerak cepat dan sangat cepat. Ini karekter black hole kedua moves. Lafadl Al-Quran tajri lebih perfec dibanding penjelasan ilmuan sebab kata ia bermakna bergerak cepat atau lari. Sementara moves tidak menggambarkan bergerak dengan cepat. Ketiga, alkunnas (الْكُنَّسِ) yang menyapu dan menela setiap yang ditemuinya. Ini karakter black hole vacuum cleaner.

Kunnas berasal dari kanasa artinya menyapu, miknasah alat untuk menyapu. Kunnas bentuk jamak dari kaanis yang menyapu. Kunnas adalah shigat muntaha jumuk (bentuk jamak paling tinggi) dari bentuk tunggal kaanis.

Para ulama tafsir klasik menjelaskan makna khunnas aljawaril kunnas adalah bintang yang cahayanya tidak muncul di siang hari dan muncul di malam hari. Namun ini hanya penafsiran bukan makna sesungguhnya. Penafsiran paling sesuai dengan realitas alama rayat adalah black holes.

Lebih takjub lagi, ilmuwan NASA menemukan adanya gelombang suara dengan irama tertentu yang keluar dari black hole atau gas yang meliputinya di galaxy yang sangat jauh.

“langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Al-Isra’: 44).

Black hole dengan ukuran sedang besarnya 10 kali limat dari berat matahari. Ada black hole yang besarnya sangat ekstrim yang ada di galaxy kita dan galaxy lain. Ada yang beratnya 1 kali lipat matahari.

Bagaimana mendeteksi black hole yang tidak terlihat dan tidak mengeluarkan cahaya? Setelah mengamati alam raya dan bintang-bintang dalam waktu yang lama. Tiba para ilmuwan menemukan sebuah bintang itu hilang cahayanya. Setalah beberapa saat bintang itu muncul lagi. Ketika gambarnya diamati, para astronom berkesimpulan bahwa cahaya itu terhalang oleh black hole yang melintas.

Diperkirakan jumlah black hole di alam raya ini jutaan bahkan ribuan juta.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat: 53) (Ahmad Tirmidzi, dari berbagai sumber. Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Islam Al-Mujtama’ versi Indonesia)

Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Cerita Dan Inspirasi‎

Black Holes atau lubang hitam bisa dibilang penemuan paling fenomenal di abad 20 di bidang astronomi. Sebelumnya, tak seorang ilmuwan yang pernah membayangkan bahwa di langit ada sejumlah bintang bergerak terus, menyapu, menyedot semua benda langit di sekitarnya. Apalagi bintang itu memang tidak terlihat.

Sejak tahun 1790 seorang ilmuwan Inggris John Michell dan ilmuwan Perancis, Pierre-Simon Laplace memprediksi bahwa ada bintang tersembunyi di langit. Kemudian tahun 1910 teori relativitas Einstein memperkirakan adanya benda di luar angkasa yang memiliki pengaruh terhadap waktu dan tempat. Selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Tahun 1967 ilmuwan Amerika John Archibald Wheeler sudah mulai membicarakan dan menamakan “lubang hitam” black holes sebagai hasil dari hancurnya bintang-bintang. sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik/tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam

Para ilmuwan memastikan keberadaan black holes dengan menggunakan teleskop Hubel terhadap pusat galaxy M87. Mereka menemukan konsentrasi gas secara berkesinambungan di sekitar black holes. Konsentrasi gas bergerak sangat cepat yakni 400 km/detik.

Di tahun 1994, melalui teleskop Hubel di pusat galaxy M87 yang dikelilingi oleh gas yang jelas. Diperkirakan masa black holes ini 3 juta kali lipat masa matahari. Kemudian bukti-bukti ilmiah semakin banyak ditemukan tentang adanya black holes melalui sinar x.

Black Holes atau lubang hitam seperti definisi ilmuwan NASA adalah medan grafitasi sangat kuat. Akibatnya, benda-benda langit tersedot dengan intensitas tinggi tanpa terkecuali. Saking kuatnya, cahaya pun tidak bisa menghindar dari sedotan. Black holes terbentuk ketika sebuah bintang besar mulai habis usianya akibat kehabisan energi dan bahan bakar. Meski tidak terlihat, black holes memiliki magnet tingkat tinggi.

Semua bintang dengan masa 20 kali lipat dengan matahari memungkinkan untuk hancur dan berakhir dan berubah menjadi black hole. Ini karena bintang itu memiliki magnet dan masa yang besar. Namun jika masa bintang kecil dan bahan bakarnya habis, maka magnetnya dan masanya tidak mencukupi untuk menyedot benda-benda di sekitarnya dan tidak menjadi black holes. Bintang ini hanya menjadi white dwarf atau bintang mati. Matahari misalnya, setelah 400 juta tahun akan hilang bahan bakar nuklirnya dan redup. Namun ia tidak menjadi black hole karena masanya tidak mencukupi. Barangkali ini yang diisyaratkan oleh Al-Quran

“Apabila matahari digulung,” (At-Takwir: 1)

Jadi bukan hancur namun redup. Kuwwirat dalam kamus maknanya satu bagian masuk tergulung ke bagian lainnya.

Meledaknya bintang adalah fase pertama terbentuknya black holes. Para ahli menemukan bahwa semua bintang akan meledak setelah kehabisan bahan bakarnya dan berubah menjadi bintang lain, namun bentuk paling ekstrim adalah black holes.

Karena gravitasi begitu kuat pada lubang hitam mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa. Kekuatan grafitasi eksrtrim ini menghasilkan panas tinggi sehingga menciptakan cahaya. Cahaya itu dengan mudah dideteksi oleh astronom melalui alat mereka. Padahal kecepatan cahaya adalah 300 ribu km/detik. Karenanya tidak bisa dilihat, ia disebut lubang hitam. Ada black hole yang memiliki masa lebih dari 1000 juta kali masa matahari. Ia menyedot benda, gas, benda langit di dekatnya secara berkesinambungan.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.

Sejumlah galaxy sejauh 250 juta tahun kecepatan cahaya. Tahun 2002iIlmuwan menemukan sejumlah lubang hitam di wilayah ini. (nasa.gov)

Antara ilmuwan dan Al-Quran

Seorang ilmuwan barat menjelaskan hakikat black hole “It creates an immense gravitational pull not unlike an invisible cosmic vacuum cleaner. As it moves, it sucks in all matter in its way — not even light can escape”

“Black hole menciptakan grafitasi ekstrim yang bekerja seperti vacuum cleaner alam raya yang tidak terlihat. Ia bergerak dan menelan semua benda yang ditemuinya bahkan cahaya pun disedotnya dan tidak bisa menghindar.”

Karakter black hole:

Tidak terlihat (Invisible)
Bekerja seperti sapu mesin yang menyedot (cavuum cleaner)
Bergerak secara berkesinambungan (moves)

Black hole dalam Al-Quran

Al-Quran menyebutkan banyak fenomena alam raya dan benda-benda luar angkasa, bintang, planet, nama bintang, galaxi dan lain-lain. Sebelum mengklaim adanya fenomena black hole dalam Al-Quran, mari kita perhatikan ayat yang paling dekat untuk dikaji. Yakni di surat At-Takwir ayat 15-16.

“Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Yang bergerak cepat yang menyapu,”

Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya yakni bintang yang bernama atau memiliki tiga karakter. Pertama, khunnas (الْخُنَّسِ); yang tersembunyi dan tidak terlihat. Karenanya, setan disebut juga khonnaas (الخناس) karena ia tidak terlihat oleh bani Adam. Ini persis yang disebutkan ilmuawan tentang karakter black hole yakni; invisible. Kedua, aljawaar (الْجَوَارِ) bergerak cepat dan sangat cepat. Ini karekter black hole kedua moves. Lafadl Al-Quran tajri lebih perfec dibanding penjelasan ilmuan sebab kata ia bermakna bergerak cepat atau lari. Sementara moves tidak menggambarkan bergerak dengan cepat. Ketiga, alkunnas (الْكُنَّسِ) yang menyapu dan menela setiap yang ditemuinya. Ini karakter black hole vacuum cleaner.

Kunnas berasal dari kanasa artinya menyapu, miknasah alat untuk menyapu. Kunnas bentuk jamak dari kaanis yang menyapu. Kunnas adalah shigat muntaha jumuk (bentuk jamak paling tinggi) dari bentuk tunggal kaanis.

Para ulama tafsir klasik menjelaskan makna khunnas aljawaril kunnas adalah bintang yang cahayanya tidak muncul di siang hari dan muncul di malam hari. Namun ini hanya penafsiran bukan makna sesungguhnya. Penafsiran paling sesuai dengan realitas alama rayat adalah black holes.

Lebih takjub lagi, ilmuwan NASA menemukan adanya gelombang suara dengan irama tertentu yang keluar dari black hole atau gas yang meliputinya di galaxy yang sangat jauh.

“langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Al-Isra’: 44).

Black hole dengan ukuran sedang besarnya 10 kali limat dari berat matahari. Ada black hole yang besarnya sangat ekstrim yang ada di galaxy kita dan galaxy lain. Ada yang beratnya 1 kali lipat matahari.

Bagaimana mendeteksi black hole yang tidak terlihat dan tidak mengeluarkan cahaya? Setelah mengamati alam raya dan bintang-bintang dalam waktu yang lama. Tiba para ilmuwan menemukan sebuah bintang itu hilang cahayanya. Setalah beberapa saat bintang itu muncul lagi. Ketika gambarnya diamati, para astronom berkesimpulan bahwa cahaya itu terhalang oleh black hole yang melintas.

Diperkirakan jumlah black hole di alam raya ini jutaan bahkan ribuan juta.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat: 53) (Ahmad Tirmidzi, dari berbagai sumber. Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Islam Al-Mujtama’ versi Indonesia)


Jaman Dulu Vs Jaman sekarang


Kebetulan aku yang lahir taun 90 an klo liat saat ini apalagi perkembangan anaknya amat sangat miris. Jaman dulu memang tidak secanggih anak sekarang tapi apakah dengan kecanggihan jaman membuat kita lupa budaya lupa sopan santun dan lupa adat istiadat sebelum terlanjur sebaiknya ligkungan mendukung untuk memperkenalkan anak, adik atau siapapun kalo ada anak kecil permainan jaman dulu tidak terlalu memalukan atau terlalu jadul untuk dikembangkan.
Perbedaan nya sangat lah nyata sekali tahun 90 an vs tahun 2000 an, bisa kita ingat-ingat..
 
Jaman SD dan SMP kita dulu siapa dan apa saja sih yang pernah trend bagi kita yang lahir tahun 1990-an, kalo pengalaman sih bisa disimak berikut, tapi pastinya tidak jauh2 amat lah..iya kan?

  • Artis cilik Bondan Prakoso (lumba-Lumba) Eno Lerian (nyamuk nakal), Melisa ( semut-semut kecil) , Meysi , Trio kwek2 ,Joshua (lagu diobok-obok), atau Sherina (lagu dia pikir) 
  • Baca komik doraemon , Dragon Ball,Kungfu boy, atau story Book , GhooseBumps ( baca di kelas sampe disita Bu guru,hahaha :D)  
  • Rebutan main Mesin Dindong, Klo tajir beli Nintendo (ini sih dulu gue uda ada..hhemm :D) , Sega ato Game boy buat main game Mario Bross sama Sonic, klo cewek maen bongkar pasang, maen petak umpet,maen tali paling puoool main tamagochi  
  • Ngabisin Koin di Telepon umum atau wartel, buat PDKT (haha, sya kah tidak"..hhe) sama kenalan, jaman dulu pacaran paling puuoool telp-telpnan,surat-suratan klo ketemu malu-malu,jaman sekarang masyaallah klo kata syarini sesuatu banget klo ndak gandegan tangan,"kiss"(biasanya dari sini awal dari segalanya,yang na blang orang paling berkesan..satu paketmi,,bner ga??hahah) namanya ndak cinta,anak sd aja udh tau pacaran) 
  •  Main monopoli , ular tangga atau kartu hologram kuartet yang kalah di coret pake bedak 
  • maen tamiya sampe lupa waktu akhirnya Ortu dateng cariin ke trek tempat maen tamiya (Pengalaman) 
  • jaman dulu itu anak-anak paling antusias buat mandi di sungai 
  • Beli cokelat jago sama wafer coklat merk superman n makan jagoan neon biar lidahnya berubah warna warni .  
  • Bangga make tas slempang bermerk kutalines ataw Dagadu  
  • Nonton Kotaro Minami jadi kesatria Baja Hitam dan saint seiya sama power rangers 
  • Beli sepatu sekolah yang di belakangnya ada lampu nyala klo di buat jalan ( PRO ATT ) 
  • Ngumpulin TAZOS dari CHiki ,Chitato yang banyak punya koleksi bangga 
  • Ngumpulin kertas file lucu2an n tuker-tuker’an sama temen 
  • Dulu sempet ada gosip pulpen narkoba yang wangi banget ( takut aja produsen pulpen kalah saing jadi gosip deh,,hahha jaman kelas 3 SD) 
  • Pake Neckerman anti slip atau Carvil dan di plesetin jadi ” nyekerman” 
  • Ngerasa kurang gaul klo belum ngisi diary punya temen “MY Biodata” (Teman Saya)
Nah pasti yang baca yang lahir tahun 90-an udah senyum-senyum sendiri deh, jadi ingat masa lalu kan masa paling indah di banding era 2000-an
kasian ya adik-adik qta sekarang , masa kanak-kanaknya pada ALAY atau ALAYWATI , kecil-kecil udah pake BB iphone , Android ,Bawa kamera buat hunting-hunting , pakai lipstick ,sok gaul bawa mobil bokap,Dugem biar di bilang gaul.

Dewasa Karbitan anak sekarang

Just Share aja biar ngerti perbedaan jaman kita sama jaman sekrang yang anak-anaknya lebih tertarik lagu cinta daripada lagu anak-anak (karena lagu anak-anak udah jarang) ,,,pada ngerasa paling galau ,,,,,udah berani bilang ke ortu atau orang dewasa yang ngelarang “gak gaul banget si” ………

serasa ada yang hilang setelah era tahun 2000 an

bukan melarang mengikuti perkembangan jaman.tapi apakah tidak ada jalan keluar agar tetap mengikuti jaman tapi masih menjunjung tinggi adat ketimuran,adat sopan santun……..

Bener ga Sob? CKJ

Thursday, December 27, 2012

JENIS-JENIS ALAT ANGKUT (HAULERS)



  Definisi Pemindahan Tanah Mekanis (Earth Moving) 
             Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) adalah semua pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan penggalian (digging, breaking, loosening), pemuatan (loading), peng-angkutan (hauling, transporting), penimbunan (dumping, filling), perataan (spreading, leveling) dan pemadatan (compacting) tanah atau batuan dengan menggunakan alat-alat mekanis (alat-alat berat/besar). Pekerjaan-pekerjaan itu banyak terlihat di bidang pekerjaan/bangunan sipil, seperti : pembuatan jalan raya, dam-dam, tanggul, saluran irigasi, kanal, lapangan terbang, dll. Disamping itu juga dilakukan pada tambang-tambang terbuka, terutama pada pengupasan lapisan tanah atas (stripping of overburden) dan pembuatan jalan-jalan lainnya yang menuju ke tambang tersebut.
          Meskipun diberi nama Pemindahan Tanah Mekanis tetapi sebenarnya tidak hanya terbatas pada tanah (soil) saja, tetapi kadang-kadang juga berhubungan dengan batuan (rock) dan memang alat-alat mekanis yang akan dibicarakan juga tidak saja sanggup untuk “melayani” tanah, tetapi juga dapat dipakai untuk “melayani” batuan. Yang dimaksud dengan tanah disini adalah bagian teratas dari kulit bumi yang relatif lunak, tidak begitu kompak dan terdiri dari butiran-butiran lepas. Sedangkan yang dimaksud dengan batuan adalah bagian kulit bumi yang lebih keras, lebih kompak dan terdiri dari kumpulan mineral pembentuk batuan tersebut.
              Oleh karena perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi, maka sering dilakukan penggolongan-penggolongan berdasarkan mudah-sukarnya digali dengan peralatan PTM. Adapun salah satu cara penggolongan material tersebut adalah :
A. Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging), misalnya :
- Tanah atas atau tanah pucuk (top soil).
- Pasir (sand).
- Lempung pasiran (sandy clay).
-Pasir lempungan (clayey sand). 
B. Agak keras (medium hard digging), misalnya :
- Tanah liat atau lempung (clay) yang basah dan lengket.
- Batuan yang sudah lapuk (weathered rocks).
C. Sukar digali atau keras (hard digging), misalnya :
- Batu sabak (slate).
- Material yang kompak (compacted material).
- Batuan sedimen (sedimentary rocks).
- Konglomerat (conglomerate).
- Breksi (breccia).
D. Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rocks) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya :
- Batuan beku segar (fresh igneous rocks).
- Batuan malihan segar (fresh metamorphic rocks). 
Macam-macam material ini juga akan dapat berpengaruh terhadap faktor pengisian (fill factor) dan faktor pengembangan (swell factor) dari tanah/batuan yang digali. 
     Penggunaan alat-alat berat yangg kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya. Oleh karena itu sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya kita pahami lebih dahulu fungsi dan aplikasinya. Ada beraneka macam alat berat yang dewasa ini dipergunakan di proyek-proyek pembangunan dalam hal ini adalah peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan pemindahan tanah salah satunya alat angkut.
Jenis-jenis Alat Angkut (Haulers) 
   Dalam bidang pertambangan alat angkut adalah suatu alat yang digunakan untuk mengangkut material-material tambang baik itu material yang bernilai ekonomis ataupun tidak dari satu tempat ke tempat yang lain (tempat penimbunan atau pengolahan). Adapun jenis-jenis alat angkut tersebut yaitu:
1. DUMP TRUCK 
    Alat angkut yang paling umum digunakan di tambang terbuka adalah dump truck. Dump Truck dirancang khusus untuk kondisi jalan tambang (bukan aspal). Pertama kali Dump Truck dibuat dan diperkenalkan pada tahun 1930-an dengan kapasitas ± 15 ton. Pada tahun 1950-an  kapasitasnya menaik hingga ± 30 ton dan meningkat lagi hingga ± 350 ton pada tahun 1970-an. Alat angkut ini dipakai untuk mengangkut : tanah, endapan bijih, batuan untuk bangunan dll kecepatannya dan produksinya tinggi serta bersifat fleksibel, artinya dapat dipakai untuk mengangkut bermacam-macam material yang mempunyai bentuk dan jumlah yang beraneka ragam pula dan tidak terlalu tergantung pada jalur jalan
Dump Truck dapat digolong-golongkan berdasarkan beberapa cara, antara lain :
1) Berdasarkan macam roda penggeraknya (wheel drive)
Ada bermacam-macam kemungkinan roda penggerak (wheel-drive), yaitu :
a) Roda penggeraknya adalah roda-roda depan (front wheel drive). Pada umumnya lebih lambat dan cepat aus ban-ban depannya.
b) Roda penggeraknya adalah roda-roda belakang (rear wheel drive or standard). Tipe truk yang paling banyak dipergunakan pada saat ini, karena keausan ban-ban depannya lebih rendah.
c) Roda penggeraknya adalah rida-roda depan dan belakang (four wheel drive), sehingga daya dorongnya lebih besar. Oleh sebab itu truk jenis ini banyak dipakai padfa jalur-jalur jalan yang becek dan lembek.
d) Roda penggeraknya adalah semua roda-roda belakang (double rear wheel drive). Pada umumnya roda penggerak jenis ini dipakai untuk truk-truk yang berkapasitas besar dan dipakai untuk jalur jalan yang daya dukungnya rendah.
2) Berdasarkan cara mengosongkan muata
        Ada tiga macam cara truk jungkit mengosongkan muatannya, yaitu :
a) End dump or rear dump, atau mengosongkan muatan ke belakang.
b) Side-dump, atau mengosongkan muatan ke samping.
c) Bottom-dump, atau mengosongkan muatan ke arah bawah
Pemilihan macam pengosongan truk tergantung dari keadaan tempat kerja, artinya tergantung dari keadaan dan letak tempat pembuangan material (dump site)
      Kerangka (body) bak-nya pada umumnya terbuat dari baja yang tahan abrasi. Pada saat ini sudah ada kerangka bak yang terbuat dari paduan (alloy) alumunium, sehingga lebih ringan, tetapi tetap kuat dan tahan abrasi.
3)    Berdasarkan ukurannya
      Pada umumnya ukuran truk jungkit dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
a)    Ukuran kecil, yaitu truk-truk yang mempunyai kapasitas sampai 25 ton.
b)   Ukuran sedang, yaitu yang mempunyai kapasitas antara 25-100 ton.
c)    Ukuran besar, yaitu yang memiliki kapasitas di atas 100 ton.
       Cara pemilihan ukuran truk memang agak sukar, tetapi sebagai pegangan (rule of thumb) dapat dikatakan bahwa kapasitas minimum dari truk kira-kira 4-5 kali kapasitas alat-galinya (power shovel atau dragline).
            Adapun produksi perjam dari sejumlah Dumptruck yang bekerja di pekerjaan yang
sama secara simultan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :



,
dimana,
P=produksi per jam (m3/jam).
C=produksi per siklus.
Et=effisiensi kerja Dumptruck
Cmt=waktu siklus Dumptruck (menit).
M=jumlah Dumptruck yang bekerja.
n=jumlah nsiklus dari Loader untuk mengisi Dumptruck.
q1 =kapasitas bucket (m3, cuyd).
K=faktor bucket loader.
Es=effisiensi kerja Loader.
Cms=waktu siklus Loader (menit).
2.   Power Scraper 
              Alat ini mampu melakukan tiga tugas sekaligus: memuat, mengangkut, dan membongkar muatan. Bentuk scraper mirip dengan truk biasa. Yang membedakan, bak bawah scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah. Saat scraper bergerak maju, bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop. Tanah garukan ini langsung ditampung dalam bak. Setelah bak penuh bilah kemudian diangkat, dan melajulah scraper ke tempat pembongkaran muatan. Alat ini cocok digunakan di lapisan yang tidak terlalu keras. Begitu pula, tanah dengan banyak bongkah batu juga tidak cocok untuk scraper. Scraper efektif digunakan jika jarak angkut tidak terlalu jauh. Artinya, tempat pemuatan dan pembongkaran mesti berdekatan. Memiliki mobilisasi cepat karena dalam sekali putaran dapat melakukan penggalian, mengangkut, mengosongkan dan berbalik kembali lagi ketempat penggalian dan berputar, produksinya tinggi serta ongkos operasinya relatif rendah. 
Macam-macam Power Scraper
1)Scraper yang ditarik oleh bulldozer (tractor drown scraper)
       Alat ini adalah power scraper yang kuno, yaitu scraper yang  belum memiliki mesin penggerak (prime mover) sendiri, sehingga selalu ditarik oleh sebuah bulldozer atau tractor.
2) Scraper yang memiliki mesin penggerak sendiri (self     propelled scraper)
      Alat ini adalah power scraper yang modern, yaitu alat  yang memiliki mesin penggerak khusus, sehingga gerakannya gesit dan lincah. Dengan sendirinya produksi alat ini dapat tinggi. 
Kemampuan Power Scraper
1) Menggali dan Mengisi
Untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal harus dilakukan dengan cara
       pusher Loading
         Power Scrapper sebenarnya dapat mengisi muatan tanpa bantuan alat lain, tetapi memakan waktu yang lama. Oleh karena itu pengisian muatan sebaiknya dibantu oleh Buldoser. Dalam Pusher Loading perlu diperhatikan beberapa hal yaitu:
- Pekerjaan harus dilakukan minimum dengan kecepatan 10 ft/ detik, agar laju Power Scrapper tak terhambat oleh tatanan material yang sedang digali.
- Harus dilakukan sinkronisasi kecepatan antara Power Scrapper dan Buldoser yang digunakan. Diusahakan tiap 1,5 – 2 menit datang Power Scrapper yang sudah siap untuk didorong, dengan demikian Scrapper tak sampai menunggu untuk didorong Buldoser.
- Sebaiknya memilih operator Buldoser yang telah terlatih dan berpengalaman         
       Down Hill Loading 
        Diuasahakan agar pola kerja Power Scrapper selalu menuju ke bagian yang lebih rendah, agar gaya berat alat akan membantu Power Scrapper dalam mengisi muatannya sendiri, sehingga waktu pengisian menjadi lebih singkat. 
      Straddle Loading
           Straddle Loading adalah suatu pola pemuatan/ pengisian Power Scrapper di mana tiap dua kali pengisian, bagian tengahnya ditinggalkan kurang lebih selebar 5 ft. Bagian yang ditinggalkan itu akan dipotong/digali pada perjalanan pengisian yang berikutnya.

       2)Mengangkut
         Hal yang perlu diperhatikan dalam mengangkut material menggunakan Power Scrapper adalah kecepatan geraknya; Power Scrapper yang menggunakan roda karet, sangat disukai, karena memiliki kecepatan yang tinggi. Cara untuk memperlancarpengangkutan menggunakan Power  Scrapper:
- Power Scrapper yang masih baik dan memiliki kecepatan tinggi jangan disatukan pada jalan yang sama dengan Power Scrapper yang mempunyak kecepatan rendah, sebab akan mengganggu; kecuali jika jalan cukup lebar sehingga Power Scrapper dapat saling menyalib.
- Diusahakan untuk menghindari belokan tajam atau yang melingkarterlalu jauh, diusahakan waktu membelok tak lebih dari 15 detik.
- Supaya Power Scrapper dapat bergerak dengan kecepatan yang maksimum maka jalan harus terpelihara baik.
- Pengangkutan ke dua arah sangat menguntungkan, sebab mengurangi waktu untuk membelok.
3) Menyebarkan Material
         Ada beberapa cara yang baik untuk mengosongkan, lalu menimbun dan menyebarkan material muatan menggunakan Power Scrapper.
- Apron (pinggiran) dibuka, lalu fail gate (lubang untuk keluar masuk material) didorong ke depan dengan hati-hati agar material keluar dengan teratur. Pisau (Cutting Edge) jangan diturunkan terlalu rendah supaya material tak terhalang. Kalau material belum turun/ keluar karena apron belum dibuka, fail gate jangan didorong ke depan, sebab apron bisa rusak akibat tekanan yang terjadi.
- Jika material sangat lengket (misalonya material yang diangkut adalah lempung) apron perlu dibuka/ tutup beberapa kali agar material mau keluar dari bowl, lalu pisau diturunkan sampai ketebalan yang dikehendaki.
- Penyebaran akan merata jika kecepatan Power Scrapper disesuaikan dengan kecepatan keluarnya material dari dalam bowl.
- Material yang mudah mengalir keluar (misalnya pasir) dapat disebarkan dengan kecepatan tinggi, dan biasanya mudah diperoleh sebaran material berupa lapisan-lapisan yang tipis serta merata.

Produktifitas Power Scraper
 Produktivitas sraper tergantung pada jenis material, tenaga untuk mengangkut, kondisi jalan, kecepatan alat, efisiensi alat. Volume material yang akan dipindahkan akan mempengaruhi kapasitas scraper yang dipilih. Sedangkan jumlah pengangkutan per jam tergantung pada waktu siklus scraper.
Waktu siklus merupakan penjumlahan dari waktu muat (LT), waktu pengangkutan (HT), waktu pembongkaran muatan (DT), waktu kembali (RT), dan waktu antri (ST). selain itu ada waktu berputar atau turning time (TT) dan waktu percepatan, perlambatan dan pengereman atau accelerating, decelerating and braking time (ADBT). Karena LT, DT, ST, TT dan ADBT konsisten maka waktu-waktu tersebut dikategorikan sebagai waktu tetap (FT), sehingga rumus yang dipakai adalah:
FT = LT + DT + ST + TT + ADB
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi scraper didalam operasinya antara lain :
  • Pertama dengan menggemburkan tanah yang akan dimuat ke dalam bowl. Dengan demikian waktu muat akan berkurang. Kedalaman penetrasi dari riper harus lebih besar dari kedalaman penetrasi cutting edge. 
  • Dengan membasahi tanah yang akan diangkut. Dilakukan debelum dimuat kedalam bowl 
  • memuat material pada kondisi menurun juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi scraper.
3. Belt Conveyor 
   Belt conveyor merupakan rangkaian ban berjalan yang dapat digunakan untuk mengangkut material baik yang berupa unit load atau bulk material secara mendatar maupun miring. Belt dapat dibuat dari beberapa macam bahan baik dari karet, maupun logam. Yang dimaksud dengan “unit load” adalah benda yang biasanya dapat dihitung jumlahnya satu per satu, misalnya kotak, kantong, balok dll. Sedangkan Bulk Material adalah material yang berupa butir-butir, bubuk atau serbuk, misalnya pasir, semen dll.
Bagian – bagian terpenting Belt conveyor adalah :
a. Belt : Fungsinya adalah untuk membawa material yang diangkut.
b. Idler: Gunanya untuk menahan atau menyangga belt. Menurut letak dan fungsinya maka idler dibagi menjadi :
- Idler atas yang digunakan untuk menahan belt yang bermuatan.
Idler penahan yaitu idler yang ditempatkan ditempat pemuatan.
- Idler penengah yaitu yang dipakai untuk menjajaki agar belt tidak bergeser dari jalur yang seharusnya.
- Idler bawah Idler balik yaitu yang berguna untuk menahan belt kosong.
c. Centering Device : Untuk mencegah agar belt tidak meleset dari rollernya.
d. Unit Penggerak (drive units) : Pada Belt conveyor tenaga gerak dipindahkan ke belt oleh adanya gesekan antara belt dengan “plulley” penggerak (drive pully), karena belt melekat disekeliling pully yang diputar oleh motor.
e. Pemberat (take-ups or counter weight) : Yaitu komponen untuk mengatur tegangan belt dan untuk mencegah terjadinya selip antara belt dengan pully penggerak, karena bertambah panjangnya belt.
f.  Bending the belt 
Alat yang dipergunakan untuk melengkungkan belt adalah
·       - Pully terakhir atau pertengahan
·       - Susunan Roller-roller
·       - Beban dan adanya sifat kelenturan belt.
g. Pengumpan (feeder) : Adalah alat untuk pemuatan material keatas belt dengan kecepatan teratur.
h. Trippers : Adalah alat untuk menumpahkan muatan disuatu tempat tertentu. 
i.  Pembersih Belt (belt-cleaner) : Yaitu alat yang dipasang di bagian ujung bawah belt agar material tidak melekat pada belt balik.
j. Skirts : Adalah semacam sekat yang dipasang dikiri kanan belt pada tempat pemuatan (loading point) yang gterbuat dari logam atau kayun dan dapat dipasang tegak atau miring yang gunanya untuk mencegah terjadinya ceceran. 
k. Holdback : Adalah suatu alat untuk mencegah agar Belt conveyor yang membawa muatan keatas tidak berputar kembali kebawah jika tenaga gerak tiba-tiba rusak atau dihentikan.
l. Kerangka (frame) : Adalah konstruksi baja yang menyangga seluruh susunan belt conveyor dan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga jalannya belt yang berada diatasnya tidak terganggu.
m. Motor Penggerak : Biasanya dipergunakan motor listrik untuk menggerakkan drive pulley. Tenaga (HP) dari motor harus disesuaikan dengan keperluan, yaitu :
- Menggerakkan belt kosong dan mengatasi gesekan-gesekan anatara idler dengan komponen lain.
- Menggerakkan muatan secara mendatar.
- Mengankut muatan secara tegak (vertical).
- Menggerakkan tripper dan perlengkapan lain.
- Memberikan percepatan pada belt yang bermuatan bila sewaktu-waktu diperlukan. 
Keuntungan dari penggunaan Belt Conveyor :
1) Menurunkan biaya produksi pada saat memindahkan material.
2) Memberikan pemindahan yang terus menerus dalam jumlah yang tetap sesuai dengan keinginan.
3) Membutuhkan sedikit ruang.
4) Menurunkan tingkat kecelakaan saat pekerja memindahkan material.
5) Menurunkan polusi udara.
4. Lokomotif Dan Lori
 Jenis alat angkut ini digunakan pada daerah yang relatif mendatar dengan kemiringan maksimum 5% dengan jarak angkut sedang. Alat ini terdiri dari lokomotif yang berfungsi sebagai penggerak untuk menarik rangkaian lori yang berisi material yang bergerak di atas rel. Umumnya alat ini digunakan pada tambang dengan tonase besar dan umur tambang yang lama. Pemilihan pengunaan lori+lokomotof didasarkan pada pertimbangan : jalan relatif rendah, kemiringan maksimum 5% , jarak angkut panjang, tonase relativ besar, umur tambang panjang. Berdasarkan tenaga lokomotif dibagi atas enam jenis- lokomotif gandeng lori, loko uap/ sting lokomotif, loko motor bakar ada diesel/solar- ada bensin, loko baterai, loko udara bertekanan tinggi
      Keuntungan menggunakan lokomotif :
- Diperlukan mine fower lebih sedikit
- Fleksibel dan mudah diperpanjang
- Pengangkutan dapat dilakukan bersama-sama
- Mempunyai kecepatan tinggi
Lebih mudah menyesuaikan dengan belokan
   Kekurangan menggunakan lokomotif :
- Mempunyai kemiringan yang terbatas
- Lantai harus kuat
- Bahaya kebakaran, kebocoran arus gas-gas beracun menjadi meningkat.
5. Rope Haulage 
Sistem angkutan kawat (Rope Haulage System) Merupakan jenis alat angkut yang umumnya digunakan pada tambang bawah tanah, dimana berupa satu rangkaian rel dengan menggunakan wire rope dan drum hoist yang dilengkapai dengan motor penggerqk yang dipasang ditambang atau dipermukaan tanah secara permanen baik yang bertenaga mekanis maupun secara     gravitasi untuk menarik rangkaian lori yang berisi muatan dan biasanya digunakan pada jalan-jalan yang relatif merata dan datar.
6. Skip 
     Skip merupakan salah satu alat angkut pada tambang bawah tanah yang digunakan pada pengangkutan material melalui shaft. Skip merupakan semacam lori yang di tarik oleh kabel untuk mengangkut bijih.
7. Load Haul Dump (LHD) 
     LHD adalah suatu alat angkut pada tambang bawah tanah yang bisa sekaligus melakukan pemuatan,pengangkutan dan dumping. Mesinnya bergerak dengan kecepatan sederhana dan terdiri dari komponen internal dan eksternal. Bagian internal dari LHD terdiri dari bucket, mesin kecil, emisi knalpot, profiler panjang dan sempit, diesel knalpot perangkat perawatan, ban dan aksesoris ban, dan sistem ventilasi. LHD dimodelkan sesuai dengan ketinggian tertentu dan disesuaikan dengan daerah sempit di dalam tambang. Ini terdiri dari profiler panjang, rendah dan sempit, yang membuatnya mudah beradaptasi dengan tambang dari semua ukuran. Karena ukurannya, manuver LHD agak lambat tetapi bermanfaat karena dapat mengankut material dalam jumlah banyak karena memiliki bucket yang besar. 
        LHD Internal. Standar untuk LHD adalah mesin diesel dengan tenaga kuda berkisar antara 78-145, tetapi LHDs lebih kecil yang dilengkapi dengan motor listrik. Mesin dari LHD yang didinginkan baik oleh air atau udara dan terletak di chassis bersama dengan rem darurat dan parkir, dan cairan hidrolik tahan terhadap api. LHD juga umumnya dilengkapi dengan perangkat yang secara otomatis menutup suplai bahan bakar ke mesin dalam situasi darurat seperti melebihi suhu gas buang. Sebuah sistem ventilasi diperlukan untuk LHD untuk melawan asap knalpot yang berlebihan itu menciptakan di dalam ruang tertutup. Sistem Ventilasi juga dimasukkan ke dalam undang-undang keselamatan dan peraturan yang ditetapkan oleh banyak negara. Untuk mencapai lingkungan kerja yang sehat, dianjurkan bahwa kecepatan udara harus lebih dari 98,4 kaki (30 m) per menit.
8. Underground Truck 
            Underground Truck  merupakan salah satu jenis alat angkut yang digunakan untuk mengangkut material tambang  pada tambang bawah tanah . Jenis dan mekanisme kerjanya hampir mirip dengan truck pada tambang terbuka tapi dalam bentuk yang lebih kecil karena disesuaikan dengan daerah operasinya. 
  Keuntungan:
- Jarak angkut bisa mencapai 2 km 
- Fleksibel dalam menambah alat tanpa menganggu produksi
- Kecepatan relative tinggi
Kerugian
- Kondisi jalan harus baik dan tidak licin
- Jumlah operator banyak
- Ventilasi harus baik
- Jalan harus lebar dan tidak boleh menyudut 
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktifitas Alat Angkut
      Produksi adalah laju material yang dapat dipindahkan per satuan waktu (biasanya per jam). Untuk memperoleh angka produksi ada 4 parameter yang harus diperhitungkan, yaitu  (1) waktu edar (cycle time) dan (2) efisiensi kerja (3) kondisi jalan angkut (4) Material . Umumnya pemindahan material dihitung berdasarkan volume (m3 atau cuyd); sedangkan pada material batubara biasanya dinyatakan dalam ton.
1. Waktu Edar (cycle time ) 
         Siklus pekerjaan dalam pemindahan material merupakan suatu kegiatan yang dilakukan berulang. Pekerjaan utama di dalam kegiatan tersebut adalah menggali, memuat, memindahkan, membongkar muatan, dan kembali ke kegiatan awal. Semua kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh satu alat atau oleh beberapa alat. Waktu yang diperlukan dalam siklus pekerjaan tersebut disebut waktu edar (cycle time). Waktu edar merupakan waktu yang diperlukan oleh alat untuk menghasilkan daur kerja. Semakin kecil waktu edar suatu alat, maka produksinya semakin tinggi.
         Waktu edar alat angkut pada umumnya terdiri dari waktu menunggu alat untuk dimuat, waktu mengatur posisi untuk dimuati, waktu diisi muatan, waktu mengangkut muatan, waktu dumping, dan waktu kembali kosong.
          Waktu edar alat angkut dapat dirumuskan sebagai berikut :
  CT(a) = STL + LT + LTT + STD + DT + ETT  
Dimana :
          CT(a)= cycle time of haul unit (waktu edar alat angkut)
          STL= spot time at loader (waktu mengambil posisi pemuatan)
          LT= loading time (waktu pemuatan)
          LTT= load travel time (waktu pengangkutan bermuatan )
          STD= spot time at dump (waktu spot di tempat penimbunan)
          ETT= empty travel time (waktu angkut kosong) 
      Waktu edar merupakan salah satu parameter produksi alat angkut, dimana waktu edar alat angkut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
a. Kondisi loading point, yaitu kondisi dimana lokasi pemuatan diatur sedemikian rupa sehingga alat angkut dapat secara efektif keluar masuk dan mengambil posisi yang tepat untuk dimuat dilokasi pemuatan. Untuk mencapai maksud tersebut lokasi pemuatan harus terus-menerus dipantau,bahkan bila perlu dilakukan perbaikan
b. Kondisi jalur pengangkutan, yaitu kondisi jalan yang dilalui oleh alat angkut mulai dari loading point hingga stocpile. Hal ini dipengaruhi oleh kemmiringan jalan, kondisi jalan, dan persimpangan yang harus dilalui oleh alat angkut tersebut.
c. Pola pemuatan, untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan sasaran produksi maka pola pemuatan juga merupakan faktor yang mempengaruhi waktu edar alat muat dan alat angkut. 
2. Efisiensi kerja
     Efisiensi kerja merupakan elemen produksi yang harus diperhitungkan di dalam upaya mendapatkan harga produksi alat per satuan waktu yang akurat. Sebagian besar harga efisiensi kerja diarahkan terhadap operator, yaitu orang yang menjalankan atau mengoperasikan unit alat. Walaupun demikian apabila ternyata efisiensi kerjanya rendah belum tentu penyebabnya adalah kemalasan operator yang bersangkutan. Mungkin ada penyebab lain yang tidak dapat dihindari, antara lain cuaca, kerusakan mendadak, kabut dan lain‑lain. Untuk meningkatkan efisiensi kerja operator kadang‑kadang perlu semacam perangsang atau bonus yang mendidik dari perusahaan dengan harapan operator dapat mem­pertinggi etos kerja, lebih bertanggung jawab dan termotivasi. 
        Perbedaan mekanik untuk perawatan alat tidak dapat dimasukkan sebagai penyebab berkurangnya efisiensi kerja operator, karena perbedaan perawatan alat (maintenance) harus sudah terjadwal untuk masuk bengkel (workshop). Oleh sebab itu untuk memperoleh harga efisiensi kerja operator yang mewakili perlu diberikan batas-batas pekerjaan dan itu semua harus difahami oleh seluruh jajaran karyawan operational maupun mekanik, Mungkin setiap perusahaan memberikan definisi yang berbeda tentang pembagian wak
Tabel 2.2. Parameter Pengukuran Efisiensi Kerja
Waktu Tersedia (available)
Jalan (Operation)
Hambatan yang dapat dihindari (Terhenti)
Kerja (working)
Hambatan yang tidak dapat dihindari (tertunda)
-    Kerja Lancar
-         Mengisi BBM
-       Tidak ada operator

-         Ganti Ban
-       Di minta stand by menunggu suku cadang

-         Peledakan
-       Hujan lebat, Kabut, dll

-         Mengatur Alat Berat
-       Berhenti bekerja sebelum waktunya

-         Tunggu alat muat
-       Terlambat bekerja

-         Tunggu truck
-       Keperluan operator

-         Pengawasan rutin
-       Cepat berakhir kerja

-         Pelumasan


-         Manuver alat


-         Pengecekan awal sebelum jalan


-         Pindah posisi alat


-         Istirahat


-         Pergantian Shift


Efisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu kerja produktif dengan waktu kerja yang tersedia, dinyatakan dalam persen (%). Adapun persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung efisiensi kerja adalah sebagai berikut :
 

Keterangan :
We= waktu kerja efektif (menit)
Wt= waktu kerja yang tersedia (menit)
Whd= waktu hambatan yang dapat dihindari (menit)
Wtd= waktu hambatan yang tidak dapat dihindari (menit)
Ek= efisiensi kerja (%)
3. Jalan Angkut 
       Geometri jalan angkut yang memenuhi syarat adalah bentuk dan ukuran-ukuran dari jalan angkut tersebut sesuai dengan tipe (bentuk, ukuran dan spesifikasi) alat angkut yang digunakan dan kondisi medan yang ada, sehingga dapat menjamin serta menunjang segi keamanan dan keselamatan operasi pengangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan jalan angkut adalah :
a. Lebar Jalan Angkut
          Jalan angkut pada lokasi tambang sangat mempengaruhi kelancaran operasi penambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan. Beberapa geometri yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan/hambatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan kegiatan pengangkutan. Perhitungan lebar jalan angkut didasarkan pada lebar kendaraan terbesar yang dioperasikan. Semakin lebar jalan angkut yang digunakan maka operasi pangangkutan akan semakin aman dan lancar. Desaign jalan terdiri dari 2 karakter yaitu jalan angkut 2 jalur dan desain jalan angkut 2 jalur pada tikungan.
b. Kemiringan jalan
     Secara umum kemiringan jalan maksimum yang dapat dilalui dengan baik oleh alat angkut besarnya berkisar antara 8 % - 10 %. Akan tetapi untuk jalan naik maupun turun pada bukit lebih aman kemiringan jalan maksimum sebesar 8 % atau 4,5o (Indonesianto, 2006).
c. Kondisi permukaan jalan
     Kondisi permukaan kerja akan sangat berpengaruh  pada kinerja alat. Kondisi permukaan kerja yang baik menyebabkan alat muat dan alat angkut bekerja secara maksimal, sehingga akan diperoleh cycle time yang cukup efektif. Kondisi permukaan kerja yang baik adalah :
1. Kondisi dimana akan selalu tersedia material untuk diambil oleh alat muat. Untuk mencapai kondisi demikian diperlukan alat pendukung sepert dozer agar selalu menyuplai material ke alat muat.
2. Kondisi dimana lokasi pemuatan diatur sedemikian rupa sehingga alat angkut dapat secara efektif keluar masuk mengambil posisi yang tepat untuk melakuakan pemuatan. Untuk mencapai maksud tersebut lokasi pemuatan harus terus-menerus dipantau,bahkan bila perlu dilakukan perbaikan.
3. Kondisi dimana tinggi bench pada area pemuatan sejajar dengan tinggi bak truk alat angkut,sehingga material yang diambil oleh alat muat (backhoe) dapat optimal.
4. Jenis material yang akan digali 
           Jenis material yang akan digali sangat berpengaruh terhadap kerja alat gali muat dan alat angkut. Adapun perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi , maka sering dilakukan pengelompokan sebagai berikut:
- Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging ) , misalnya tanah atas ataupun (top soil) , pasir (sand) , lempung pasiran ( sandy clay ) , pasir lempungan ( clayed sand ) 
Agak keras (medium hard digging ) , misalnya tanah liat ataupun lempung (clay ) yang basah dan lengket, batuan yang sudah lapuk (wheathered rock )
- Sukar digali atau agak keras ( hard digging ) , misalnya batu sabak (slate ) , material yang kompak (compacted material ) batuan sedimen (sedimentary rock ) konglongmerat (conglomerate), breaksi (breccia,
- Sukar digali atau agak keras (very hard digging ) atau batuan segar (fresh rock ) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali misalnya batuan beku (igneous rock ), batuan malihan (metamorfic rock )
5. Faktor Pengisian Bucket (Fill Factor)
          Faktor pengisian adalah perbandingan antara kapasitas nyata muat dengan kapasitas baku alat muat yang dinyatakan dalam persen. Semakin besar faktor pengisian maka semakin besar pula kemampuan nyata dari alat tersebut. Faktor pengisian mangkuk disebut juga sebagai bucket  fill factor. Karakteristik ukuran material memiliki peranan penting dalam menentukan proses pemuatan. Produksi dari alat muat sangat dipengaruhi oleh material yang dimuatnya. Disini dikenal istilah factor pengisian bucket (bucket fill factor) yaitu perbandingan antara volume material nyata yang dimuat bucket dengan kapasitas munjung bucket yang dinyatakan dalam persen (%). Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor pengisian mangkuk adalah :
1. Kandungan air, dimana semakin besar kandungan air maka semakin besar kandungan air maka factor pengisian semakin kecil,karena terjadi pengurangan volume material.
2. Fragmentasi material, dimana material dengan ukuran yang bagus (fragmentasi baik) akan memiliki bucket fill factor yang tinggi sedangkan material dengan ukuran buruk (fragmentasi besar) akan memiliki bucket fill factor yang rendah sehingga produktifitas alat muat akan rendah.
3. Keterampilan dan kemampuan operator, dimana operator yang berpengalaman dan terampil dapat memperbesar factor pengisian mangkuk. 
Untuk menghitung faktor pengisian digunakan persamaan sebagai berikut :
Ff = Vb/Vd X 100% 
Keterangan :
                         Ff= mFaktor pengisian
                         Vb= Kapasitas nyata alat muat, m3
                         Vd= Kapasitas teoritis alat muat, m3
6. Faktor Kesesuaian Alat (Match Factor) 
            Pada dasarnya kombinasi effisiensi kerja alat angkut dan alat muat yang tertinggi dipilih untuk dipakai. Untuk menyatakan keserasian (synchronization) kerja antara alat muat dengan alat angkut dapat ditentukan dengan menghitung factor keserasian (match factor) melalui persamaan sebagai berikut :
                                                MF=Na x Ctm x n / Nm x Cta  
Dimana :
Na= Jumlah alat angkut
Nm= Jumlah alat muat
Ctm= Waktu memuat untuk alat muat (sekon)
Cta= Waktu edar alat angkut (sekon)
n= Jumlah pengisian bucket 
Keseimbangan atau sinkronisasi kerja antara truck dengan alat muat, misalnya power shovel atau loader, dapat diukur dengan menggunakan Faktor Keseimbangan atau Match Factor (MF) yang dirumuskan sebagai berikut :
MF= 1 Jumlah alat angkut dan alat muat seimbang atau sinkron, hampir dipastikan tidak ada waktu tunggu. Alat muat dan angkut sama-sama sibuk.
MF < 1Jumlah alat angkut kurang, akibatnya alat muat banyak menunggu, sementara alat angkut sibuk.
MF > 1 Jumlah alat angkut lebih, sehingga muncul waktu tunggu dimuat untuk alat angkut, sementara alat muat sibuk.